INSTALLASI : PEMASANGAN PIPA
UPVC SCH 80 & CPVC SCH 80
Halo Sobat Engineers!
Memasang Pipa UPVC Sch 80 dan CPVC Sch 80 DFP adalah proses yang mudah ketika anda sudah memahami bahan dan teknik yang harus digunakan. Berikut panduan yang akan memberi anda informasi yang penting mengenai Pemasangan Pipa Thermoplastik, Metode Pemasangan langkah demi langkah akan kami paparkan dalam artikel berikut.
UPVC Sch 80 dan CPVC Sch 80
UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) dan CPVC (Chlorinated Polyvinyl Chloride) adalah jenis material Thermoplastic yang pada umumnya digunakan di sistem perpipaan. Kedua material memiliki keunikan yang membuat dapat dipasang di beberapa aplikasi :
UPVC SCHEDULE 80
- Durability : UPVC dikenal dengan ketahanan terhadap korosi, chemical, dan Cahaya UV. Ini dapat bertahan pada temperature diatas 60 C (140 F) dan sangat ideal di beberapa aplikasi proyek industrial.
- Application : Pada umumnya digunakan pada proses kimia, wastewater treatment, dan sistem irigasi air.
CPVC SCHEDULE 80
- Heat Resistance : CPVC dapat menahan suhu temperature daripada UPVC, membuat itu dapat menahan aliran air panas yang terdistribusi sistem. Bisa menahan suhu temperature diatas 93 C (200 F)
- Application : Secara luas digunakan pada electroplating, water treatment, power plant dan industrial chemical.
Step by Step Installation Techniques
Dalam memasang Pipa UPVC Sch 80 dan CPVC Sch 80 harus dipastikan dengan baik dan tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan. Berikut step-step instalasi yang perlu dilakukan :
Langkah 1 : Gather your Tools and Materials
Sebelum memulai proses instalasi, pastikan alat dan material yang sudah dipersiapkan sebagai berikut :
- Cutter Pipa
- Chamfering Tool / Bubut
- Primer (Weld On)
- Solvent Cement (Weld On 717 / Weld On 724)
- Kain Bersih
- Measuring Tape / Alat Meteran
- Spidol untuk Marker
Langkah 2 : Prepare the Pipe
- Potong Pipa : Gunakan Cutter Pipa untuk memotong pipa sesuai kebutuhan, Pastikan dalam memotong dengan baik agar tidak terjadi kebocoran pipa.
- Bubut pada permukaan pipa : Gunakan Chamfering tools / Bubut untuk membubut pada ujung pipa yang dipotong. Hal ini dapat membantu agar dalam pemasangan fittings ke pipa menjadi lebih mudah.
- Bersihkan Ujung Pipa : Gunakan kain bersih untuk menyepa ujung pipa untuk menghilangkan debu ataupun pasir yang bisa menghambat dalam proses pengeleman pada pipa.
Kocok dahulu Solvent Cement sebelum digunakan, Lakukan penyemenan lebih tebal pada permukaan pipa yang telah digunakan Weld On Primer. Dan penyemenan lebih pada fitting socket.
- Masukkan Pipa ke Fitting : Masukkan Pipa dengan cepat ke dalam Socket Fitting sambil memutarnya sedikit untuk memastikan Solvent Cement dapat menyebar secara merata. Lakukan sedikit dorongan untuk mencapai titik marking pada socket.
- Tahan ditempat : Pegang Sambungan (Fittings) dengan kuat dalam waktu 30 detik untuk memastikan sambungan sudah terpasang dengan baik dan merata pada permukaan pipa.
- Bersihkan Solvent Cement yang tertinggal : Gunakan kain bersih untuk menyepa semen yang ada disekeliling sambungan agar lebih rapi dan bersih.
Langkah 6 : Allow time to Cure
Biarkan setidaknya 24 jam agar Solvent Cement mengering sebelum dilakukan tes tekanan atau menguji kebocoran.
Langkah 7 : Final Inspection
Setelah didiamkan, Inspeksi semua sambungan secara baik untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kebocoran ataupun salah instalasi. Dan dapat dilakukan uji tekanan seperlu berdasarkan syarat yang dibutuhkan.