Kerak Mineral didalam Pipa atau Kristalisasi didalam Pipa

DEFINISI KERAK MINERAL.

Kerak Mineral didefinisikan sebagai suatu deposit senyawa-senyawa organik dan anorganik yang mengendap dan membentuk timbunan kristal pada permukaan dalam pipa yang disebabkan oleh pengkristalan ion mineral dalam air.

Proses terbentuknya kerak anorganik biasa terjadi pada peralatan-peralatan industri yang melibatkan air garam seperti industri pminyak dan gas, proses desalinasi dan ketel serta industri kimia. Hal ini terjadi karena sumber air memiliki banyak kandungan ion mineral. Ion mineral kerak anorganik meliputi ion kalsium (Ca2+), Ion 2 Magnesium (Mg2+), Ion Natrium (Na+), Ion Kalium (K+), Ion Klorida (CL-), Ion Karbonat (Co32-), Ion Sulfat (SO42-), Ion Fosfat (PO43-). Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka akan mengurangi diameter pipa sehingga aliran air menjadi sangat kecil. Padatan kemudian akan menetap di dalam pipa atau pada permukaan pertukaran panas, serta pada umumnya sering membeku menjadi kerak.

Silica-scale-of-injection-pipe-in-the-initial-phase-of-the-commercial-operation-7

KERUGIAN AKIBAT KERAK MINERAL DIDALAM PIPA.

Di dalam proses Industri Kerak Mineral merupakan permasalahan yang sangat merugikan. Terdapat beberapa masalah yang ditemukan seperti berikut ini :

– Pipa yang dipakai mengalami hambatan aliran, akibat adanya endapan di dalam Pipa.

– Kerak mineral memperkecil diameter pipa sehingga menghambat aliran.

– Kerak mineral dapat meningkatkan biaya produksi perusahaan dan biaya perawatan pipa.

SOLUSI MENGATASI KERAK MINERAL DIDALAM PIPA

Berbagai metode untuk mengontrol pembentukan kerak telah banyak dilakukan, antara lain dengan cara pelunakan dan pembebasan mineral air, akan tetapi penggunaan air bebas mineral dalam industri-industri besar membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Hal ini karena sebagian besar biaya ditujukan untuk menyediakan air bebas mineral.

Metode lain dapat dilakukan untuk mengontrol pembentukan kerak yaitu menggunakan asam untuk menurunkan PH Larutan, rentang pH Efektif untuk mencegah pengendapan kerak adalah 6,5 sampai 8,0. Namun menghilangkan kerak menggunakan asam dengan konsentrasi tinggi ternyata belum efektif karena dapat meningkatkan laju korosi dan konduktivitas, serta mempunyai tingkat bahaya yang cukup tinggi dalam penanganannya.

Metode lainnya untuk mengurangi laju pertumbuhan kerak yaitu dengan menginjeksikan bahan- bahan kimia pencegah kerak (scale inhibator) ke dalam air formasi. Inhibitor merupakan zat yang digunakan untuk mengontrol pertumbuhan kerak dengan tujuan, mengurangi, mencegah atau menunda, pembentukan kerak mineral. Jenis inhibitor yang sering digunakan adalah senyawa asam lemah (asam karboksilat) dan ion logam. Contoh asam lemah (asam karboksilat) yang digunakan sebagai inhibitor antara lain asam sitrat, asam tartarat dan asam malat sedangkan ion logam yang digunakan sebagai inhibitor adalah ion tembaga (Cu2+).

Inhibitor biasanya diinjeksikan kedalam larutan yang secara kontinyu maupun periodik. Metode ini mampu mengendalikan proses nucleation, pertumbuhan kristal yang terjadi pada permukaan pipa dan peralatan lainnya. Inhibitor juga dapat menurunkan pH larutan, mengontrol impurity ion senyawa anorganik serta komposisi morfologi dan fase kristal CaCO3 dan mencegah proses nucleation, pertumbuhan kristal.

SOLUSI JENIS PIPA YANG BEBAS DARI KERAK MINERAL

Salah satu material Pipa yang bebas dari kerak mineral adalah Pipa UPVC Sch 80. Pipa UPVC Sch 80 merupakan material UPVC Cell Classification 12454, ASTM D 1784. Merupakan material UPVC yang tahan terhadap berbagai jenis kimia dan korosi.

PT. Aneka Industri Persada merupakan Distributor / Supplier Pipa, Fittings, dan Valves UPVC Sch 80 dengan spesifikasi UPVC Type I Grade I, Cell Classification 12454, ASTM D 1784. Dari beberapa brand yaitu DURA FLOW (DFP), SHIE YU (SH), HERSHEY VALVE, HUASHENG CENIT, HUASHENG WF, GF HARVEL, dan SPEARS.

PT. ANEKA INDUSTRI PERSADA menjadi mitra yang memberikan solusi akan kebutuhan Pipa, Fittings dan Valves UPVC Sch 80 yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan industri.